Menu

INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA

Call || + 62 21 8705577

sejarah

 

SEJARAH SINGKAT IPRIJA

Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) resminya didirikan pada tahun 1973 dengan pendiri Kolonel H. Abjan Solaeman (almarhum) sebagai Kepala Dinas Rawatan Rohani Islam Angkatan Darat (Disrohis AD) dengan restu KASAD sekaligus menjadi pembimbing utama, sesuai dengan surat Sekretaris Pribadi KASAD nomor : B/103/Sepri/II/1972 tertanggal 18 Nopember 1972 dengan status swasta dan bertempat kuliah di Kantor Disrohis Angkatan Darat, Jl. Kathedral No.3 Jakarta Pusat. IPRIJA semula bernama Akademi Ilmu Dinas Rohani (AIDRI) yang bernaung di bawah Yayasan Kesejahteraan Disrohis AD atau disingkat dengan YAKADI. Selanjutnya atas kebijaksanaan KASAD, mulai tanggal 29 Januari 1973, nama AIDRI diubah/diganti dengan nama Akademi Pembina Rohani Islam Jakarta (AKPRIJA).

Dalam perkembangan selanjutnya AKPRIJA telah mendapat status terdaftar berdasarkan surat keputusan Menteri Agama RI nomor : Kep/D.IV/70/1975, tertanggal 25 Februari 1975, untuk Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Ilmu Agama, tingkat Sarjana Muda. Dalam pada itu AKPRIJA telah mampu melahirkan alumni sebanyak 150 orang. Mereka kini mendarmabaktikan di lingkungan ABRI, beberapa instansi pemerintah, dan masyarakat. Setelah meluluskan/mewisuda sebanyak 150 orang, terhitung tanggal 1 Juli 1979 nama AKPRIJA dikembangkan dengan nama baru yaitu Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA), program Sarjana Strata Satu (S1).

Pada masa reorganisasi Disrohisad berubah menjadi Disbintalad, IPRIJA mengalami kesulitan gedung untuk pelaksanaan perkuliahan. Akhirnya, mulai tahun 1982 hingga 1986 kegiatan perkuliahan terhenti. Mahasiswa yang telah menamatkan tingkat Sarjana Muda sebagian ada yang melanjutkan kuliah ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan sebagian melanjutkan ke perguruan tinggi lainnya.

Pada tahun 1985 Atas prakarsa Brigjen H.N. Nurdin sebagai Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Darat (Disbintalad) dan didukung oleh berbagai pihak, antara lain Jendral Try Sutrisno sebagai KASAD yang telah memberi sumbangan sebesar Rp. 40.000.000,00 yang diwujudkan dalam bentuk perlengkapan perkuliahan, dan juga kesanggupan Bapak Pontjo Sutowo membelikan tanah serta membangun gedung sebagai sarana perkuliahan, maka secara resmi pada tanggal 5 Oktober 1987 IPRIJA diaktifkan kembali dengan membuka dua fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Fakultas Dakwah Jurusan Penerangan dan Penyiaran Islam. Sebelum sarana tersebut siap dipakai, tempat kuliah sementara dilaksanakan di Kantor Disbintalad Jl. Kesatrian VI/1 Jakarta Timur, kemudian karena jumlah mahasiswa bertambah banyak dan sarana yang tersedia kurang memadai, akhirnya perkuliahan dipindahkan ke gedung Ditpalad lantai III yang beralamatkan di Jl. Matraman Raya. Pembukaan kuliah perdana diisi oleh Laksamana Muda dr. H. Tarmizi Taher, Sekjen Departemen Agama RI.

STATUS INSTITUT

IPRIJA adalah Perguruan Tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Pembina Rohani Islam (YAPRI).  IPRIJA telah memiliki dua Fakultas dan telah memperoleh Status Terdaftar berdasarkan surat keputusan Menteri Agama RI Nomor: 267 tahun 1990 tertanggal 27 Oktober 1990. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1995 telah dibuka Fakultas Syariah dengan Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsyiyah. Tahun 1996 sesuai dengan SK Menteri Agama No. 125 Tahun 1996 tanggal 2 April 1996 Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam mendapatkan Status Diakui, Sedang Fakultas Syari’ah Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyah mendapatkan Status Terdaftar dengan masa berlaku sampai tanggal 2 April 2001.

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan  Dirjen Binbaga Nomor:  E/130/2000 tanggal 31 Juli 2000 Fakultas Tarbiyah Jurusan/Prodi PAI dan Fakultas Dakwah Jurusan/Prodi KPI mendapatkan Status Disamakan dengan masa berlaku sampai 31 Juli 2003.

Dengan memperhatikan Rekomendasi Kopertais Wilayah I DKI Jakarta Nomor: PP.009/083/IV/2004 tanggal 22 April 2004, maka pada tanggal 28 Juni 2004, Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam menerbitkan Surat Keputusan Nomor: Dj.II/197/2004 tetang perpanjangan Izin Penyelenggaraan Jurusan/Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah, Jurusan/Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah, dan Jurusan/Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Syari’ah, Program Sarjana (S1) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta. Dengan masa berlaku SK. sampai tanggal 28 Juni 2009.

Lalu perkembangan selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendis Nomor: Dj. I/198/2010, tertanggal Jakarta, 25 April 2010 Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Prodi Ahwal al-Syakhshiyyah telah mendapatkan perpanjangan izin penyelenggaraan program studi program sarjana (S1) pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) tahun 2010 dengan masa berlaku Prodi PAI 2 tahun (berakhir pada 25 April 2012), Prodi KPI 3 tahun (berakhir 25 April 2013) dan Prodi Ahwal al-Syakhshiyyah 3 tahun (berakhir 25 April 2013).

# Find Your Bright Future

With Us ! 

 

 

Register Now